BAB III
WUJUD ZAT DAN PERUBAHANNYA
Berdasarkan
wujudnya, zat dapat dibedakan
menjadi tiga yaitu zat padat, zat cair, dan zat gas. Bagaimana
sifat-sifat dari wujud zat tersebut?
Wujud zat dapat
berubah. Hal ini pengaruhi oleh adanya
kalor. Marilah kita pelajari lebih lanjut agar lebih jelas
- Sifat Zat Berdasarkan Wujudnya
Zat padat
adalah zat yang mempunyai bentuk dan volume tetap. Dilihat dari susunan molekul
dan ikatan antarmolekulnya, zat padat mempunyai susunan molekul yang
teratur dan gaya tarik-menarik antarmolekulnya yang kuat. Contoh zat
padat antara lain batu, meja, kapur tulis, papan tulis, dan pensil. Dapatkah
kamu menyebutkan contoh zat padat lainnya yang ada di sekitarmu?
Adapun zat
cair adalah zat yang mempunyai volume tetap, tetapi bentuknya selalu
berubah-ubah mengikuti tempatnya. Dilihat dari susunan molekul dan ikatan
antarmolekulnya zat cair mempunyai susunan molekul yang kurang teratur dan
jarak antarmolekulnya yang agak renggang sehingga gaya tarik menarik
antarmolekulnya relatif lebih rendah dibandingkan dengan zat padat. Contoh zat
cair antara lain air sirop, air teh, dan air mineral. Apakah gas itu? Gas
adalah zat yang mempunyai bentuk dan volume yang tidak tetap. Hal ini
disebabkan karena susunan molekul-molekul gas sangat tidak teratur sehingga
gaya tarik-menarik antarmolekulnya sangat lemah. Contoh zat gas adalah udara.
Perbedaan sifat-sifat zat padat, zat cair, dan zat gas dapat kamu lihat pada
tabel.
Tabel :
Sifat-sifat zat padat, cair, dan gas
Nah, dari
uraian tersebut kamu telah memahami bahwa zat padat, zat cair, dan gas tersusun
dari beberapa molekul. Molekul ini merupakan komponen pembangun suatu zat yang
sangat aneh karena molekul-molekul tersebut terus bergerak, kecuali pada suhu
teoritis yang disebut suhu nol mutlak.
Apakah suhu
nol mutlak itu? Suhu nol mutlak adalah suhu 0 K atau -273 °C. Tingkat panas
suatu zat disebut suhu zat. Kamu dapat mengukur suhu zat dengan alat yang
dinamakan termometer.
Laju gerak
molekul secara bertahap berkurang bersama turunnya suhu. Saat mencapai
suhu kira-kira -273,16 °C atau 0 K gerak molekul itu berhenti dan tidak ada
lagi panas yang dapat diukur. Dalam gas terdapat sejumlah tarikan tertentu
antara molekulnya. Jika suhu gas itu diturunkan, gerak molekulnya akan
bertambah lamban. Molekul-molekul itu tidak lagi berjauhan sehingga tarikan di
antara molekul tersebut menjadi lebih kuat. Jika suhunya cukup rendah, molekul-
molekul gas akan mengumpul dan gas itu akan menjadi zat cair. Apabila suhunya
diturunkan terus, gerakan molekul akan semakin lamban dan gaya tarikannya akan
semakin kuat sehingga lama-kelamaan zat cair itu berubah menjadi zat padat. Zat
padat menempati ruang yang lebih kecil daripada gas.
Apakah zat
cair dapat berubah menjadi gas?
Tentunya kamu
sudah mengetahui bahwa jika baju basah digantung di udara terbuka,
lama-kelamaan baju akan kering. Hal ini membuktikan bahwa zat cair yang
terdapat dalam baju basah dapat berubah menjadi gas jika mendapatkan panas dari
lingkungan sekitarnya. Contoh lainnya, yaitu ketika kamu meletakkan semangkuk
air dalam ruangan dengan pemanasan yang baik, permukaan air lama-kelamaan akan
turun dan pada suatu saat airnya akan lenyap sama sekali. Kedua peristiwa ini
dinamakan penguapan.
- Susunan dan Gerak Partikel
Suatu Zat
Pernahkah
kamu mengamati orang yang sedang menggergaji kayu? Kayu yang digergaji akan
menghasilkan serbuk-serbuk kayu. Serbuk-serbuk kayu tersebut sebenarnya
merupakan zat penyusun dari kayu. Jika kamu amati serbuk kayu tersebut dengan
menggunakan mikroskop elektron, kamu dapat melihat partikel-partikel sangat
kecil yang saling berikatan. Nah, partikel-partikel inilah yang sebenarnya
memengaruhi sifat-sifat pada zat padat, zat cair, dan zat gas.
Tahukah kamu
apakah partikel itu? Partikel atau molekul adalah bagian terkecil
dari suatu zat yang masih memiliki sifat zat tersebut. Sebagai contoh ketika
kamu membuat teh manis dengan menggunakan gula pasir. Saat gula pasir
dimasukkan ke dalam air teh panas maka akan terjadi tumbukan antara
partikel-partikel gula pasir dengan partikel air sehingga gula pasir akan
larut. Gula pasir ini akan lebih cepat larut karena air yang kamu gunakan
adalah air panas. Pelarutan akan lebih cepat lagi jika kamu mengaduknya.
Partikel-partikel gula pasir dalam wujud cair bergerak ke seluruh air teh yang
terdapat dalam gelas sehingga air teh tadi menjadi manis. Hal ini membuktikan
bahwa partikel masih mempunyai sifat yang sama dengan zat asalnya. Tahukah kamu
bagaimana susunan dan gerak partikel pada berbagai wujud zat? Perhatikan gambar
dibawah ini!
(a) Susunan partikel zat padat, (b)
susunan partikel zat cair, dan (c) susunan partikel zat gas
a) Partikel
Zat Padat
Zat padat
tersusun atas partikel-partikel yang teratur dan mempunyai jarak antarpartikel
yang sangat rapat. Gaya tarik- menarik antarpartikel zat padat sangat kuat. Hal
ini menyebabkan partikel tidak dapat bergerak secara bebas untuk berpindah
tempat. Keadaan ini menyebabkan zat padat dapat mempertahankan bentuk dan
volumenya sehingga zat padat selalu mempunyai bentuk dan volume yang
tetap.
b) Partikel
Zat Cair
Berbeda
dengan zat padat, zat cair mempunyai susunan partikel yang kurang teratur dan
kurang rapat dibandingkan susunan partikel pada zat padat. Hal inilah yang
menyebabkan partikel-partikel dapat bergerak bebas untuk berpindah tempat. Akan
tetapi, partikel-partikel penyusun zat cair tidak dapat memisahkan diri dari
kelompoknya. Keadaan ini menyebabkan volume zat cair selalu tetap, walaupun
bentuknya selalu berubah mengikuti tempatnya.
c) Partikel
Zat Gas
Pada zat
gas, jarak antarpartikel sangat berjauhan sehingga gaya tarik-menarik
antarpartikel sangat lemah. Partikel- partikel ini bergerak sangat bebas
dan cepat dalam wadahnya. Hal ini menyebabkan zat gas tidak dapat
mempertahankan bentuk dan volumenya sehingga bentuk dan volume zat gas selalu
berubah mengikuti ruang yang ditempatinya.
2. Kohesi
dan Adhesi
Di antara
partikel-partikel yang sejenis dan yang tidak sejenis dapat terjadi gaya
tarik-menarik antarpartikel. Gaya tarik- menarik antarpartikel yang sejenis
dinamakan kohesi, sedangkan gaya tarik-menarik antarpartikel yang tidak sejenis
dinamakan adhesi.
Pernahkah
kamu mengamati permukaan raksa di dalam termometer? Permukaan raksa pada
termometer jika kamu amati dengan cermat akan terlihat tidak datar, tetapi
sedikit melengkung pada bagian raksa yang menempel pada kaca, perhatikan gambar
dibawah ini.
(a) Meniskus cekung dan (b) meniskus cembung.
Kelengkungan
permukaan zat cair dalam sebuah tabung kaca ini dinamakan meniskus. Meniskus
ada dua macam, yaitu meniskus cekung dan meniskus cembung. Nah, untuk memahami
tentang meniscus cekung dan meniskus cembung.
Dari
kegiatan di atas, kamu dapat melihat bahwa bentuk permukaan air dan raksa
tidaklah datar. Bentuk permukaan air pada tabung reaksi terlihat cekung,
peristiwa ini dinamakan meniskus cekung. Meniskus cekung terjadi karena gaya
tarik- menarik antarpartikel air dan kaca (adhesi) lebih besar daripada gaya
tarik-menarik antarpartikel air (kohesi). Hal ini menyebabkan air membasahi
dinding kaca.
Bentuk
permukaan raksa pada tabung reaksi terlihat cembung, peristiwa ini dinamakan
meniskus cembung. Meniskus cembung terjadi karena gaya tarik-menarik
antarpartikel air dan kaca (adhesi) lebih kecil daripada gaya tarik-menarik
antar- partikel air (kohesi). Hal ini menyebabkan raksa tidak membasahi dinding
kaca.
Pernahkah
kamu memerhatikan air pada daun talas? Air tidak dapat membasahi daun talas
karena tetesan air di daun talas selalu membentuk bola-bola kecil. Atau dapat
dikatakan gaya kohesi molekul-molekul air lebih besar dari gaya adhesi molekul
air dengan molekul daun talas.
Adanya
adhesi selain menimbulkan meniskus juga menimbulkan kapilaritas. Bagaimana
peristiwa kapilaritas terjadi? Perhatikan bagaimana minyak tanah pada kompor
dapat naik melalui sumbu kompor. Atau, perhatikan bagaimana air di dalam tanah
dapat naik dari akar sampai ke daun. Nah, agar kamu dapat mengetahui bagaimana
peristiwa tersebut dapat terjadi.
Dari
Kegiatan 2 kamu dapat mengamati bahwa tinggi permukaan air dalam pipa kapiler
lebih tinggi daripada tinggi air dalam bejana. Hal ini berarti permukaan air
naik dalam pipa kapiler. Jika diameter pipa kapiler makin kecil, tinggi
permukaan air dalam pipa kapiler makin tinggi.
Pada pipa
kapiler yang dimasukkan dalam wadah berisi air raksa, tinggi permukaan raksa
dalam pipa kapiler lebih rendah daripada tinggi raksa dalam bejana. Hal ini
berarti permukaan raksa turun dalam bejana. Jika diameter pipa kapiler makin
kecil, tinggi permukaan raksa dalam pipa kapiler lebih rendah.
3. Perubahan
Wujud Zat
Pernahkah
kamu melihat embun? Embun yang kamu lihat pada daun terjadi karena uap air dari
udara. Peristiwa ini disebut mengembun, yaitu perubahan wujud dari zat gas
menjadi zat cair. Saat Matahari mulai bersinar, embun menguap kembali.
Tahukah kamu
contoh perubahan wujud zat yang lainnya? Seperti yang telah dijelaskan di
depan, wujud zat dibedakan atas zat padat, cair dan gas. Ketika kamu
memasak air, pernahkah kamu mengamati apa yang terjadi ketika air dipanaskan?
Air yang dipanaskan lama-kelamaan akan mendidih. Ketika air mencapai suhu
100 °C pada tekanan 1 atm, air akan berubah menjadi uap. Peristiwa perubahan
wujud dari air (zat cair) menjadi uap (zat gas) dinamakan menguap.
Nah, agar
kamu lebih memahami bagaimana perubahan wujud suatu zat.
Pada
kegiatan 3 kamu dapat mengamati perubahan wujud air menjadi uap yang disebut
menguap dan perubahan wujud dari uap menjadi air yang disebut mengembun.
Pernahkah
kamu menyimpan kapur barus di lemari pakaianmu? Apa yang terjadi dengan kapur
barus yang telah disimpan cukup lama? Kapur barus yang disimpan di udara
terbuka lama-kelamaan akan habis. Tahukah kamu peristiwa perubahan wujud apa
yang terjadi pada kapur barus?
Kapur barus
yang dipanaskan, akan berubah menjadi gas. Hal ini dapat kamu rasakan dari bau
gas yang tercium sebagai hasil pemanasan kapur barus. Peristiwa perubahan wujud
dari kapur barus (zat padat) menjadi uap (zat gas) dinamakan menyublim.
Peristiwa yang terjadi pada uap kapur barus (zat gas) menjadi serbuk-serbuk
putih mengkilap (zat padat) yang menempel pada kertas putih dinamakan
mengkristal.
Pernahkah
kamu membuat es batu? Air dalam plastik ketika kamu masukkan ke dalam lemari es
(freezer) akan berubah menjadi es. Peristiwa perubahan wujud dari air (zat
cair) menjadi es (zat padat) dinamakan membeku. Nah, ketika kamu ambil es batu,
kemudian dibiarkan di tempat terbuka, es batu tersebut lama-kelamaan akan
berubah wujud menjadi air kembali. Peristiwa perubahan wujud dari es batu (zat
padat) menjadi air (zat cair) dinamakan mencair atau melebur.